February 1st, 2008
Yahoo ditawar Microsoft dan prospek pasar iklan online
Kita semua pasti sudah tahu tentang penawaran seluruh saham Yahoo oleh Microsoft. Suatu langkah yang sudah diprediksikan dari tahun kemaren tapi baru terlaksana sekarang. Saham YHOO langsung melonjak drastis dari penutupan US$ 19.18 ke US$ 28.70 per unit. Nilai ini masih jauh di bawah tawaran Microsoft yang memberikan harga premium US$ 31 per unit. Lucunya, saham MSFT malah turun dari US$32.60 ke US$30.45.
Apa gerangan yang mendasari penawaran ini? Suatu yang pasti adalah pasar iklan online. Microsoft, yang kalah dalam perebutan membeli DoubleClick dengan Google, semakin tertinggal dalam persaingan merebut pasar iklan online. Buat Microsoft, Google adalah musuh nyatanya sekarang. Dalam laporan yang dilansir comScore, Yahoo dan Google bersaing menjadi yang nomor 1 dalam urusan pageview, sedangkan Google sendiri melaporkan kenaikan penjualan (iklan) 52% di Q4 2007.
Akhirnya, karena Microsoft tidak yakin menjadi pemenang jika bertarung sendirian melawan Google, mereka berniat mencari partner. Siapa lagi yang bisa membantu menandingi kekuatan Google secara bersama selain Yahoo? Enemy of my enemy is my friend, kata pepatah. Dengan strategi seperti ini, berhembus kencanglah rumor Yahoo akan dibeli Microsoft sejak tahun kemarin. Yahoo memang cenderung lebih dekat dengan Microsoft. Salah satu partnership yang sudah kita nikmati adalah kemampuan pengguna Yahoo Messenger untuk berkomunikasi dengan MSN Messenger.
Kenapa baru sekarang Microsoft memberikan penawaran ke Yahoo? Salah satu alasan kuat adalah kesulitan finansial Yahoo karena mismanajemen. Yahoo saat ini berencana merumahkan 1000 pekerjanya untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan masuknya Microsoft, setidaknya Yahoo dapat bernafas lega. Jadi apakah seharusnya Yahoo mau dibeli oleh Microsoft?
Menurut saya, hal ini tergantung dari penawaran Microsoft sendiri. Jika Microsoft menawarkan dana dengan tidak mengutak-atik board of directors Yahoo dan tidak melikuidasi perusahaan-perusahaan di bawah manajemen Yahoo, seperti deal-nya untuk pembelian saham Facebook, saya kira penawaran ini masuk akal untuk diambil. Tapi kembali lagi apakah Yahoo, yang merupakan salah satu pionir kebangkitan Internet, mau menjadi “anak perusahaan” Microsoft untuk melawan Google?
Apapun hasilnya, penawaran ini membuktikan bahwa pasar iklan online adalah pasar yang sangat -sangat- potensial. Ya, saya memberi dua kata “sangat” karena memang bisnis iklan online udah mulai merampas hegemoni iklan cetak. Iklan cetak saya yakin tidak akan mati sebagaimana bisnis media cetak yang pasti akan survive, tapi ke depannya iklan online akan lebih menjadi prioritas. Steve Ballmer sendiri memprediksikan pasar iklan online akan mencapai US$ 80 miliar untuk pasar domestik US saja di tahun 2010. Itu nilai yang lebih besar dibanding penawaran Yahoo oleh Microsoft saat ini.
Sebagai penutup, saya menghimbau ke pemasang iklan (cetak dan online) untuk melihat lebih jauh tentang kenyataan ini. Pasar iklan online sangatlah terbuka luas. Dari pasar media online besar, blog berita, dan juga blog perorangan, semuanya menjanjikan ROI yang cukup bagus. Tinggal bagaimana pengiklan membidik pasar yang tepat berdasarkan target audiensinya.
Update [14-02-2008]: Board of Directors Yahoo menolak penawaran Microsoft.


February 3rd, 2008 4:06 am
Menarik ya. Penasaran ntar YM dan MSN Messenger ama Yahoo Mail dan Hotmail mau diapain.
February 3rd, 2008 7:14 am
Serem, bill gate menawar/beli yahoo.
sudah lama gak absen, sekarang saya absen.
February 3rd, 2008 10:57 pm
wah, mantap kalo mcsft merger sama yahoo
February 14th, 2008 2:44 am
dah ditolak mir, update dong
Btw kaget gw pas masuk gw kira facebook XD tema yang menipu
February 14th, 2008 2:47 am
@Aria
Sebenernya kan gue lebih membahas tentang prospek pasar iklan online
May 31st, 2008 12:55 pm
This blogs about Google Rafrence Google announced that it would pay $3.1 billion for the advertising outfit. as reports surfaced that the company could go for $2 billion, the price was considered lofty but justifiable. Now, Google is forking over 20 times estimated revenues of $150 million. And it’s paying triple the amount that private equity firm Hellman & Friedman spent when it purchased in 2005—before selling off a couple of pieces of the business.
July 17th, 2008 10:03 pm
perkembangan IT memang memberikan peluang besar bagi setiap penggunanya yang pintar memanfaatkan.kapan nih di indonesia ada formula khusus untuk menyaingi perusahan raksasa itu.kita nantikan……
atau malah di indonesia nantinya akan booming dengan dunia resellernya.