Indonesia
Apakah pengunjung benar-benar membaca tulisan Anda?
Saya ingat sekali beberapa tulisan saya yang ternyata cukup “ngetop” di daftar pencarian Google, ternyata mendatangkan pengunjung yang beragam dan komentar yang tidak disangka-sangka. Contohnya untuk posting peluncuran Sony Ericsson W61s dan W62s untuk pasar Jepang.
Di tulisan tersebut, saya memberikan informasi tentang peluncuran dua buah ponsel baru keluaran Sony Ericsson Jepang untuk pasar lokal. Memang kedua ponsel tersebut cukup menarik perhatian, tak hanya konsumen Jepang, tapi juga konsumen luar Jepang. Untuk mengantisipasi “pertanyaan-pertanyaan bodoh”, saya memberikan cetak tebal (bold) untuk kata-kata:
these phones only be launched in Japan and not the rest of the world
Di luar dugaan, ternyata banyak pembaca dunia, tak hanya di Indonesia (seperti yang ditulis oleh yayangku ) yang sepertinya “tidak membaca tulisan aslinya”. Contoh komentarnya adalah sebagai berikut:
Hi, when will this phone be released in the UK? And how much will it be?
Will I be able to buy it off the internet before July 3rd ( my birthday ) in English format?When will this phone come to Malaysia and what s price?
hi, when will this sony ericsson w61s handy released in germany?
does it have a german software>?where can i buy it in english format? and how much it costs?Please tell me the W61S price in India? When it will release in India?
hi! has w61s come out in dubai and malaysa????????? if yes what is the price??????????????
if not when will it come put in these 2 countries?????????????
Capek ga siy pertanyaan yang modelnya sama harus dijawab berkali-kali? Jadi modusnya menurut saya sebagai berikut:
-
Punya “keinginan” terhadap topik tertentu, misalnya Sony Ericsson W61s atau W62s
-
Search melalui search engine, cari topik yang diharapkan bersesuaian
-
Bacanya sedikit aja (skimming), langsung ke bagian komentar
-
Tanyakan segala sesuatu (walau belum tentu sesuai ataupun sudah stated di bacaan), dengan asumsi pembuat tulisan pasti bisa menjawab apa yang diinginkan, lebih enak lagi memaksa penulis untuk membalas japri melalui email
Jadi, apakah pengunjung benar-benar membaca tulisan Anda?
Google Maps untuk Jakarta lama tidak di-update

Iseng-iseng dengan browser uber-hype, Google Chrome, saya mencoba menjelajahi sejumlah tempat dengan Google Maps. Enaknya browser baru Google ini, loading Maps saya rasakan lebih cepat dan smooth dari browser yang lain. Saya coba mengarahkan ke daerah Karet tempat saya bekerja saat ini.
Ok, saya menemukan gedung tempat saya bekerja. Tapi saya merasa ada keanehan dari gambar yang ditampilkan. Selidik punya selidik, ternyata gedung Citywalk Sudirman yang berada di depan itu belum ada dan masih berupa tanah lapang! Citywalk ini memang relatif baru, digunakan mulai awal tahun 2008 ini. Menurut situsnya, gedung ini mulai ditawarkan sejak tahun 2005. Bisa jadi saat itu masih tanah lapang seperti detil di Google Maps.
Kesimpulan awal, apa benar data di Google Maps itu menggunakan data tahun 2005? 3 tahun yang lalu? Lama sekali ya. Saya belum sempat mengkonfirmasi dengan data gambar yang lain. Ada yang bisa memberikan sumbang saran? Atau ada yang bisa memberikan sugesti ke Google untuk meng-update peta Jakartanya?
Upgrade ke Wordpress 2.6(.1), tapi..

Yes, akhirnya saya berhasil meng-upgrade Wordpres engine lama saya yang 2.1.3 ke versi terbaru yaitu 2.6 (dan kemudian ke 2.6.1). Tanpa repot copy sana-sini, saya menggunakan plugin luar biasa Wordpress Automatic Upgrade (WPAU) yang buat saya seharusnya jadi fitur standar Wordpress.
Sayangnya, di antara euforia saya, ada keganjilan yang terjadi. Ternyata Category dan User yang existing tidak terikut. Entah kenapa, pokoknhya ilang aja gitu dari daftarnya. Liat deh screenshot di atas. Category-nya blank sama sekali, walaupun ada list dan jumlah post yang (tadinya) dikategorikan di hal yang terkait.
Kayaknya sih, instead of bikin kategori baru, saya mending bikin tags baru. Apalagi sidebar widget sudah otomatis memiliki fitur tag cloud. Ga usah susah deh memberikan berbagai tags di setiap post. Untuk user, saya sepertinya membuat user baru. Sampai sekarang saya belum tau gimana caranya mengakalinya. Ada yang pernah memiliki pengalaman yang sama?
Oh ya, sekalian saya ganti themes, udah bosen ama tema Facebook. Lagian sekarang malah Facebook punya tampilan baru untuk profil user yang lebih lebar. Anyway, dirgahayu untuk Indonesia-ku. Semoga jaya selalu dan semakin maju untuk sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.