Kenapa Obama mungkin diharapkan banyak orang
Posted by Amir Karimuddin | Posted in Misc | Posted on 05-11-2008
4
Di sela-sela euforia kemenangan Obama, termasuk di Indonesia, ada orang yang bersikap apatis, yang merasa bahwa kemenangan Obama tidak berdampak langsung terhadap kehidupan mereka ataupun kehidupan sekitarnya. Memang benar, Obama tidak secara langsung bikin semua orang di dunia sejahtera. Use your own hands, my friend! Tapi tentunya ada “kekuatan-kekuatan” lain yang, suka atau tidak suka, mengatur dan “menguasai” kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam menghadapi krisis finansial global saat ini. Karena saya merasa tulisan saya di comment tersebut terlalu panjang, saya coba copy-paste-kan di sini sebagai suatu post khusus.
Ada 2 hal yang harus saya garisbawahi di sini. Pertama perubahan di skala mikro, kedua perubahan di skala makro. Perubahan di skala mikro berhubungan dengan pribadi, lingkungan sekitar kita, dan mungkin juga Indonesia. Di sini tentu saja kita dapat berperan aktif, misalnya membantu sesama, menggunakan produk Indonesia, dll. Katanya orang bijak, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.
Perubahan kedua adalah skala yang lebih besar, di mana kita tidak punya “kekuasaan langsung” atasnya. Obama dalam hal ini, sebagai pemimpin negara adidaya, memiliki privilege untuk misalnya menghentikan Perang Irak, mencoba mengatur harga minyak dunia, mengatur policy untuk pengurangan polusi, mengatur policy untuk memperlambat global warming, dll.
Jika Anda hanya peduli yang pertama silakan saja, tapi jika Anda juga peduli pada dunia, suka atau tidak suka, pemilu AS adalah sangat “krusial”. Mungkin kita “terlalu” berharap pada Obama. Tapi setidaknya kita bisa berharap pada orangnya yang mungkin bisa diharapkan (untuk kondisi tertentu di atas), daripada berharap pada sesuatu yang mungkin sudah tidak bisa diharap lagi.
Obama tentu bukan Tuhan. Dia tidak bisa bikin semua orang di dunia (Indonesia, Afrika) tiba-tiba sejahtera. Tapi mungkin saja dia bisa membantu dunia mengatasi permasalahannya saat ini. Indonesia adalah bagian dari dunia, yang saat ini sudah sangat terkoneksi satu dan yang lainnya, terima kasih kepada teknologi. Dampak AS yang “sakit”, sayangnya secara tidak langsung berdampak ke kita. Apakah ancaman PHK saat ini tidak membayangi pekerja kita karena induknya yang di luar negeri kekurangan dana?
Masih ingat Franklin D. Roosevelt yang membantu AS keluar dari Great Depression tahun 1930an? Siapa tahu jika Obama tidak mampu mengatasi hal ini, bisa jadi guru-guru kita malah semakin terpuruk. Sekali lagi, saya tidaklah mendewa-dewakan Obama. Dia juga manusia yang punya salah dan dosa. Tapi tentunya tidak salah juga jika orang berharap, di masa kepemimpinan dia sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44, ada perubahan yang terjadi di dunia, ke arah yang lebih baik. Di masa Bill Clinton, dunia setidaknya lebih baik dibanding masa George W. Bush. Saya masih punya keyakinan bahwa Barack Obama akan berusaha untuk mengikuti jejak pendahulunya.
Cross my finger for this.


