Studio XXI vs Blitz Megaplex
Posted by Amir Karimuddin | Posted in | Posted on 25-09-2007
39

Lobi XXI
Di luar studio, nampak jelas perbedaan tema yang diusung antara XXI dan Blitz Megaplex. XXI berusaha menghadirkan nuansa temaram dengan cahaya lampu yang diatur sedemikian rupa, mungkin khas tempat-tempat mewah dengan warna coklat kayu di mana-mana. Tema ini bernuansa lux dan elegan.
Di beberapa XXI dapat kita jumpai Lounge khusus, yang saya sendiri ga tau siapa saja yang berhak masuk ataupun gimana caranya biar bisa masuk daftar orang-orang yang bisa masuk.
Hal yang paling saya rasa kurang di XXI adalah sedikitnya tempat duduk untuk menunggu sebelum filmnya diputar. Sebagai contoh, di Studio XXI Plasa Indonesia EX, hanya ada 1 bangku panjang yang bisa diduduki “hanya kurang lebih 6 orang” yang terletak setelah belokan ke Rest Room. Apa iya penontonnya cuma 6 orang?
Kursi-kursi di cafe-nya kan terlarang untuk non-pengunjung cafe. Jadilah biasanya calon penonton bergerombol berdiri di daerah lobi. Hal lain yang cukup mengganggu adalah sedikitnya petugas loket. Rata-rata hanya 3 orang petugas yang melayani calon penonton. Jadi kalo pas weekend, bisa dipastikan terjadi panjangnya antrean, misalnya pas masa Summer Movies kemarin.
Bisa beli tanpa harus datang ke loket? Sampai saat ini XXI hanya melayani pembelian melalui SMS dan telepon. Tapi Anda harus menyetor dulu 150 ribu untuk mulai berlangganan.
Soal tempat makan, XXI menghadirkan cafe yang antara lain bisa dijumpai di Studio XXI Plasa Indonesia EX dan Djakarta XXI. Ga tau makanan dan minumannya kayak apa rasanya soalnya ga pernah nyoba, yang jelas harganya cukup menguras kantong.
Selain itu kita juga bisa mencoba makanan dan minuman yang disediakan untuk menemani kenikmatan menonton kita. Harganya lumayan juga sih. The best so far untuk kategori ini adalah paket promo Popcorn Caramel + Lemon Tea seharga IDR 25 ribu.
Yang laen? Well, yang juga rame adalah tempat permainan (dingdong sih istilah sininya) yang dipadati oleh anak-anak dan remaja.
Gimana dengan toiletnya? Untuk XXI, toilet keringnya (khususnya Male Toilet) cukup bagus dan bersih. Nuansanya juga temaram kecoklatan. Ada petugas yang selalu menunggui, supaya terjaga keresikannya. Plasa Senayan XXI memberikan toilet dengan luas area yang paling besar.
Lobi Blitz Megaplex
Blitz Megaplex Grand Indonesia memberikan nuansa futuristis berornamen putih bersih. Cukup enak dipandang mata. Plus tempat duduk yang bertebaran di mana-mana yang memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Di Blitz Grand Indonesia dapat kita jumpai ruangan khusus untuk permainan menggunakan XBOX360. Ada sekitar 20an TV LCD layar lebar dan XBOX360 yang disediakan. Sayangnya dengan tarif yang mahal (IDR 20 ribu per 30 menit), nampaknya tempat ini cukup sepi pengunjung.
Ada juga tempat yang melayani pengunduhan mp3 original untuk berbagai lagu. Harganya IDR 10 ribu per 1 lagu.
Selain itu ada pula tempat penjualan Action Figure. Eits, satu lagi.. ada tempat khusus Hewlett Packard bagi kamu-kamu yang mo mencoba produknya. Rata-rata orang nongkrong di situ untuk pake internet.
Nongkrong di sini gratis, paling biasanya diminta untuk ngisi form terlebih dahulu. Di sini ceritanya tempat promosi, jadi HP tidak menjual produk apapun, tapi kita bebas mencoba produk laptop atau juga produk printernya.
Soal tempat makan. Blitz juga menyajikan cafe dan tempat cemilan. Cemilannya lebih bervariasi, sedikut lebih murah, dan ada yang lebih enak. Popcorn caramelnya lebih enak dibanding versi XXI.
Sedangkan the best product menurut saya Hotdog-nya yang menggunakan Australian Beef. Beda banget sih rasanya dibanding hotdog lokal (saya ga membandingkan dengan Frankfurter lho).
Tempat tiket lebih manusiawi di sini dibanding di XXI. Ada banyak loket yang dilayani oleh mas dan mbak (eh, kalo di XXI itu penjaga loketnya selalu cewek). Pelayanannya lebih ramah dan lebih nyantai. Bisa terjadi dialog di sini.
Sementara di mbak-mbak XXI, pembicaraannya maksimal cuma “berapa orang”, “di row mana”, “bayar pakai cash atau kartu kredit BCA (yang untungnya saya punya, jadinya bisa dapet Buy One Get One)”. Blitz kebetulan juga jualan Blitz Card, yang bisa diisi ulang dan digunakan untuk kegiatan bertransaksi di semua outlet di situ, termasuk makanan.
Bisa pesen tiket online? Bisa dunk. Beli Blitz Card, terus pesen online via situsnya dan bayarlah dengan ATM BCA. Voila, tiket didapat tanpa perlu berdesak-desakan dan mengantri lagi.
Untuk toilet, nuansa gelap Grand Indonesia menjadi aksen kuatnya. Saya suka sekali dengan paduan warna ini untuk lantai dengan warna kontras putih untuk utilitasnya. Hanya saja, wastafel-nya yang terpisah dan tempat sabun yang menggantung membuat lantainya menjadi lebih mudah basah.
Saya tidak sempet mengeksplorasi banyak Blitz Megaplex Paris Van Java mengingat waktu itu pas dateng udah langsung masuk ke studionya. Menurut saya dia nuansanya cukup kasual, as Grand Indonesia version, dengan sedikit XXI accent berwarna kecoklatan. Tempatnya ada di lantai atas, jadinya di bawah ada loket tempat pemesanan tiket.
Yang paling mantap di sini adalah harga tiketnya, yang lebih murah dibanding versi Jakartanya, dan harga makanan yang jauh lebih murah dengan porsi yang lebih besar. Kok bisa ya? Seandainya yang versi Jakarta kayak gini juga..
Teater Dalam XXI
Setelah ngebahas lobinya, mari kita coba bandingkan teater di dalamnya. Yang jelas namanya juga mo nonton, pastinya kualitas teater menjadi pertimbangan utama. Yang jelas pas masuk kita sudah disuguhi layar yang lebar dan definitely kursi empuk.
Di antara semua bioskop yang saya pernah coba, kursi Studio XXI Plasa Indonesia EX adalah yang paling mantap. Mak nyus lah.. begitu duduk langsung rasanya ambles ke dalem. Udah duduk lupa berdiri kata pepatah.
Sementara XXI yang lain nampaknya ga ada lagi yang kayak gini. Plasa Senayan XXI kursinya keras, Kelapa Gading XXI tampilannya ga jauh beda dari cineplex 21 yang biasa. Yang rada mendingan cuma Djakarta XXI. Itu juga pegangan kursinya buat saya terlalu rendah. Walau mungkin untuk pasangan akan lebih enak kalo mau pegangan tangan.
Soal kualitas utilitas teater, Studio XXI emang jagonya. Dia adalah satu-satunya studio di Indonesia yang punya tata suara THX. Jauh banget deh dibanding yang lain. Plasa Senayan XXI yang baru aja ga punya kayak ginian. Mantap dan menggelegar. Pokoknya kalo mo nonton film action, saya tidak akan pilih tempat lain selain Studio XXI (selain kebetulan emang deket ama rumahnya dia).
Teater Dalam Blitz Megaplex
Gimana dengan Blitz Megaplex? Sejujurnya untuk kualitas teater menurut saya Blitz (terutama untuk versi Grand Indonesia) lebih rendah dibandingkan XXI. Kursinya keras. Tata suaranya payah. Teks subtitelnya kadang terlambat dan font-nya agak berbayang.
Kalo Blitz Megaplex Paris Van Java menurut saya lebih mendingan. Ga jauh beda dengan XXI sekelas Kelapa Gading. Tapi yang jelas tata suaranya emang tidak sebanding dengan Studio XXI. Satu nilai plus adalah Blitz Megaplex menyediakan kursi khusus untuk yang disable.
Ini sepertinya tidak ada di teater milik XXI. Mungkin ini perlu menjadi bahan pertimbangan, mengingat seharusnya fasilitas seperti ini seharusnya sudah merupakan kewajiban bagi pemilik bioskop.
Kesimpulan
Saya yakin dari ulasan panjang lebar di atas udah ketebak kesimpulan yang saya ambil. Buat saya pribadi, jika ingin hangout di lobi bioskop, Blitz dengan tempat duduk yang banyak, makanan yang enak dan lebih murah, tempat hiburan yang lebih enak jelas menang.
Sementara untuk kenyamanan menonton, Studio XXI adalah pilihan yang terbaik. Tentu saja ada harga ada kualitas, makanya harganya lebih mahal dibandingkan tempat-tempat yang lain. Senayan City XXI dan Plasa Senayan XXI dengan harga yang sama dengan Studio XXI ternyata tidak memberikan hal yang sepadan.
Untuk Blitz, saya lebih merekomendasikan menonton di Paris Van Java ketimbang di Grand Indonesia.



tag you’re it! :p
oww.. btw layout baru lagi yah ?
ah … THX gak ngaruh apa2 kecuali gemuruh. mendingan nonton divx pake earphone aja dah. gambar gak baret2. tata suara bisa disesuaikan. kalo nonton divxnya pake mini-compo, orang rumah pada protes heehehe.
yang sudah standar THX bukan cuma studio XXI saja. silakan lihat di website
bandung, surabaya juga sudah ada yang THX, walaupun tentu tidak semua room nya telah berlisensi THX.
jim:
kata siapa THX ga ngaruh apa-apa..? heheheh
THX adalah standarisasi kualitas suara dan gambar. untuk sistem audio ada standar minimalnya, lalu untuk gambar juga. bioskop selalu direview minimal 6 bulan sekali, kalau tidak memenuhi standar, maka sertifikatnya dicabut..
kalau memang ga merasa ada perbedaan alias ga ngaruh.., mohon maaf.. berarti kuping anda memang lebih cocok mendengarkan speaker aktif ala glodok, heheheh
http://eepinside.com/?p=289
http://eepinside.com/?p=360
http://eepinside.com/?p=405
loh kok ga masuk2 ya koment saya..? apa masuk spam..?
walah koment yang panjang malah ga masuk.. hehehe
@Eep
Mas tadi yang 3 link itu masuk moderation, maklum kebijakan penangkal spam
Anyway, thx infonya untuk Cineplex di Bandung
Saya kok lagi kangen sama misbar ya? Kapan itu mau nonton layar tancep gak jadi, soalnya mulai kecium potensi rusuhnya.
Soal blitz, ini catatan saya.
wah..gw pernah tuh nonton di blitz paris….mantap2….
btw tuh hotdog beefnya sering dikomplain deh…not a good one. popcorn caramel nya blitz porsi dan ukuran lbh mantep dibanding popcorn glaze XXI yg mahal n seupil…suara emang beberapa XXI lebih mantep…nga semua genre XXI certified THX. only a few. spt yg kang Eep ulas di blognya. tunggu aja blitz di Pacific Place SCBD yg November ini buka. denger2 ada IMAX sementara dr blitznya belum ada konfirmasi apa2. they sealed their mouth shut.
Memang besar kursi di XXI-EX lebih gede dan lebih empuk, dan yang di Blitz lebih keras. Tapi efek setelah nonton buat saya lebih bagus yang blitz karena tempat duduknya ergonomis. Gak capek dan pegel setelah nonton. Kalo di XXI EX duduknya gak bisa diem karena gak comfortable ke tulang belakang, kelar film, pegel..
Ini buat saya sih, mungkin karena gua tinggi…
hahaha…..
setuju buat kursi yang banyak di lobi blitz, dan kursi yang lebih empuk di xxi….
tapi….. buat makanan…. blitz lebih murah ??
ENGGAK JUGA !!!
buat minuman botol 10 k, di xxi 8 k…
padahal beli di supermarket lebih murah lagi….
jadi… mendingan nongkrong di lobi blitz, sebelonnya beli di supermarket makanan / minuman, dan…. nonton di xxi ;)) hihihihi…..
hi hallo, salam kenal..
aku wisnu, butuh banget banyak info tentang ato ulasan apapun tentang bioskop, megaplex, etc. buat proyek akhir aku.
tentunya kalo ga’ keberatan… bisa dikirim ke e-mail aku..
thk.U ya..
hi, salam kenal.
cuman mau nambahin dikit, kalo di blitz yang grand indo (kalo di pvj aku gak tahu), filmnya lebih bervariasi. banyak film asia dan internasional. yah kalo di XXI lebih banyak film hollywood kali yah..
jadi untuk yang demen nonton, kalo film2 di XXI udah abis ditonton yah larinya ke blitz..
hmmmmmmmmm…….
masukan banget neh…….thx yah….
btw,ga semua ticketing XX1/21 kaku gitu kok..
contohnya saya……;>
XXI top abais,apalagi kalo harga nomatnya 10.000 gw bakalan tiap hari dateng ke sana
TOP dech XXI
i’m a XXI lovers
HTMnya 10.000 aja!!
mau tanya donk, emang di Plaza Indonesia ada berarpa theater seh? katanya ada 21 teater ya?
@meilanie
ada 4 mbak. 21 kan nama brand-nya
i Love XXI, no matter what u say…
hello tmn2 bntuin aku donk
email aku jdwl di blitz megaplex
thx
MO nanya donk,,theme song pembuka d XXI sapa ya yg bawainnya?? ada yang taw?? Penasaran nih…
Thnx..
Holly shit,,,Knp hal2 ug ga pntng kyk gtu slalu d bhas sih…
klo gw blg blitz tu ngutamain hal2 yg ga da hbunganNa ma bioskop,,tp SDM lbh bkualitas d bnding XXI…
krn Qt gy ngbahas ttg apa yg hrs d mliki sbuah cinema,,,gw ttp ngunggulin XXI…knp XXI??? krn gw niat jln dr rmh mo nonton,,,bkn hang out…
XXI,,gotta freakin awesome…
hrusNa blitz brubah nama jd BLITZ LOUNGE MEGAPLEX…Maksain bgt y,,,hehehe…
Oiya,,,Lobi XXI kdg2 jg ga asik tuh,,,gw suka ga nyaman klo gy nggu film,ga tw tiba2 d sruh order gara2 duduk d bangku Premiere,,pdhl gw dah blnja d cafe…
It suckz…Ridiculous,,trus klo bangku full,gw duduk dmn dong,,masa “ngedeprok” d karpet sih…
ada yg bs kasi masukan,namanya nonton Layar Lebar? Layar terlebar ada di theater mana?Terus sound system [THX] terbaik ada ditheater mana? setahuku yg paling lebar layarnya a.l. : Djakarta Theater XXI studio 1, Studio XXI EX studio 1,MPX Grande studio 1. Konon lebarnya mencapai 15 mtr? Kalo sound system [THX] aku jagoin Studio XXI studio 1, MPX Grande studio 1, Hollywood KC studio 1. Pada Jamannya Hollywood KC 1 satu2nya yang pake sound system yg pake JBL syentesis 1 seharga 200 jutaan
terus jk ngaku maniak film, bisa kasi commentnya, kemana larinya sound system SDDS ? DOLBY DIGITAL EX ? DTS ? atau DTS - ES ? sekarang yg ada cuma sistem Dolby Digital…. apa karena harga tiket sekarang murah2, jadi sound sistem mutakhir semua dipensiunkan? dan Distributor cuma sanggup masukin film Dolby Digital biasa?
DAh ah kelamaan sy dah taw sapa…
hehew,,thanks sblumnya
IMHO, beli tiket on line di Blitz payah! Gak bisa milih kursi…. Pernah nyoba beli online, malah dapetnya di pinggir pisan, untung sepi waktu itu, jadi masih bisa pindah…. Hehehe…
btw kalo theater yang layarnya paling lebar dimana sih?
Anybody could help me please????
Mungkin ada yang tau bedanya tata suara di Blitz and XXI? atau bisa dijelasin sekalian THX Dolby,etc. Krn g gagap bgt info tekno gitu2 an. Thanx a lot 4 ur info….
mads 21, yg bawain theme songnya 21 itu The Cloud Room . judulnya Hey Now Now …
Di Mega 21/Pluit Vilage XXI (Bukan Megaria Loh)
Layarnya Lebar bgt…. Kursinya bisa nyala lagi…
Layarnya Ampe Satu Tembok….
Sound Systemnya Dolby Digital Surround EX ma THX Pula… yg THX Cuma Theatre 1 Loh…. Pas Pertamanya THX Muncul…. Siap2 Sdikit mnutup Kuping anda atau… BISA BUDEK….
Cuakakkakakakkakakka
Blitz VS 21??? Bedanya cuma 1 kok, yang satunya masih junior, en yang satunya lagi udah senior. hehehe. Tapi yg gue amatin selama ini sih, ternyata kehadiran si-Blitz emang udah cukup bikin si-21 keki banget en jadi ngeluarin modal banyak buat ngedandanin ruangan2 si-21 supaya bisa jadi kinclong kayak sekarang, udah gitu, NOMATNYA udah gak hari senin lagi, tapi jadi 5 hari! senin sampe jumat. buat gue sih lumayan banget. Soal arsitektur ato layout ato design ruangan ato apalah itu namanya, menurut gue sih tergantung selera masing2 ya. kalo elo mau yang gaul en lebih modern, yang pasti elo datengin aja si-Blitz, tapi kalo elo mau suasana yang lebih klasik, si-21 juga punya kok, tuh yang simbolnya XXI. Oiya, soal komitmen dan layanan, gue akuin si-Blitz lebih unggul! soalnya kenapa? gue en temen gue (berdua aja) pernah coba mau nonton film yang diputer si-21, yang menurut gue tuh film gak ada mutunya alias gak worthed banget kalo di-tonton (menurut gue loh ya…) en waktu itu total penontonnya cuma ada 5 orang. en sorry to say, cewek penjaga karcis minta maaf kalo film gak bisa diputer, karena penontonnya harus minimal berjumlah 10 orang. yaaa, gue en temen gue sih gak papa, toh duit gue dibalikin en gue juga gak niat nonton tuh film! tapi kalo si-Blitz BEDA!!! gue coba nonton film kira2 bulan Awal Oktober taon ini (2008) di Blitz Grand Indonesia. en lo tau gue en temen gue mau nonton apa? RIEN SI PEMBUNUH BERANTAI!!! hahaha… dan yang lebih kocak lagi, tuh film yang nonton cuma gue sama temen gue doang, alias berdua. tapi apa? si-Blitz tetep ajah muterin tuh film! gue sama temen gue selama didalem serasa punya bioskop sendiri tau gak sih lo! hahahaha…. buat yang satu ini, si-Blitz gue acungin 2 jempol deh! kalo si-21, gak bakal kali ya… rugi bandar bo’! hehehe… the last but not least, semua tergantung elo (tergantung isi kantong elo juga sih..) hehehe.. kalo kantong lo lagi agak tebel, lo dateng aja ke si-Blitz, jangan lupa juga cobain SATIN or VELVET CLASSnya, gak usah tanggung2 kalo elo butuh yang namanya kualitas. Tapi, kalo isi kantong lo pas-pasan, gak ada salahnya elo balik lagi ke tempat tongkrongan elo dulu alias si-21, lebih murah dengan sound system yang yaaa lumayan lah. kalo gue sih, XXI jadi alternatifnya. udah ah, jari2 gue pegel nih, kebetulan aja gue lagi kerja shift malem en gak ada kerjaan. iseng2 baca blog. oiya, bahas film TAKUT : FACES OF FEAR dong…. gue lagi mau nonton itu soalnya weekend ini… gue liat thrillernya di: http://www.takutthemovie.com itu lumayan sih. tapi film ini cuma ada di Blitz aja loh ya… jangan ngarep bakal muncul di-21 or XXI. ok deh, thanks…. Remi
Klo menurut gw sih XXI the best dh, film2nya up 2 date klo di blitz film2 lama2 aj jadang2 masih ad padahal dvd bajaknnya aj dah bagus. Trus juga klo di blitz suaranya ga enak ditelinga tp klo di XXI mau kenceng bgt tp nyaman2 aj ditelinga,. XXI Mantab lah…
heh bagusan fromat soundya dts daripada dolby
gw nonton Star Trek di Grand Indonesia Satin Class THX koq jauh lebih jernih daripada XXI!!!!!!!!!!!!
Iya nih, kemana larinya film2 dg format DTS dari bioskop2 XXI sekarang ini? Padahal dulu 21 mengimpor film seimbang antara dolby dan dts. Menonton film dts jauh lebih mengasyikkan daripada dolby biasa. Mudah2an pihak XXI selaku importir akan memasukkan lagi film2 dengan format dts, sudah terlalu lama menunggu….
@Patrick
Satin Class sebaiknya dibandingkan The Premiere, jangan dengan XXI biasa.