August 13th, 2007

Jakarta Termasuk Kota Termahal di Asia?


BusinessWeek melansir 10 kota termahal di Asia dan ternyata saat ini Seoul menjadi kota paling mahal di Asia, mengalahkan kampiun selama bertahun-tahun, Tokyo. Seoul menjadi yang termahal karena kuatnya mata uang Won terhadap greenback Dollar US. Selama 3 tahun terakhir Won menguat 20%, sehingga saat ini para ekspatriat harus membayar biaya hidup 10% lebih mahal dibanding yang tinggal di Tokyo. Dari 42 kota yang disurvei, ibukota Mongolia, Ulanbator adalah kota dengan biaya hidup terendah. Sedangkan kota Bengalore di India adalah kota dengan biaya hidup kedua terendah. List lengkap 10 besarnya adalah:

1. Seoul
2. Tokyo
3. Yokohama
4. Kobe
5. Hongkong
6. Taipei
7. Beijing
8. Shanghai
9. Singapore
10. Jakarta

Apa sih indikatornya? Ternyata simpel. Indikatornya cuma lima poin:

1. Harga tiket bioskop
2. Harga makan siang cepat (quick lunch)
3. Harga mesin cuci
4. Harga sekilo beras/nasi (ditulisnya sih “rice”, tapi rancu ya antara beras dan nasi)
5. Harga sekaleng minuman ringan

Coba kita bandingkan lima indikator di atas antara kota paling mahal, Seoul, dan Jakarta:

Indikator
Harga Seoul (US$) Harga Jakarta (US$)
Tiket Bioskop 8.67 6.29
Makan Siang Cepat 18.09 11.57
Mesin Cuci 1,096.82 661.76
Sekilo Beras/Nasi 5.07 2.30
Sekaleng Minuman Ringan 1.07 0.91

Bagaimana telaah Anda terhadap harga-harga Jakarta di atas? Benarkah semahal itu? Coba kita lihat satu-satu dengan dikonversi ke rupiah. Asumsi yang saya gunakan US$ 1 = IDR 9300.

1. Tiket Bioskop. US$ 6.29 berarti IDR 58 ribuan. Setahu saya, harga tiket 50 ribu di Jakarta hanya berlaku di sejumlah XXI dan berlaku weekend. Selebihnya harganya bervariasi antara 20-35 ribu di hari kerja.
2. Makan Siang Cepat. US$ 11.57 berarti IDR 107 ribuan. Hah? makan siang di mana itu? Di warung pinggir jalan kayaknya ga mungkin. Resto fast food aja kayaknya harganya ga semahal ini. Jadi ngambil indikator dari mana ya? Mungkin ini resto cepat ala ekspat?
3. Mesin Cuci. US$661.76 berarti IDR 6.1 jutaan. Hmm, harga segini udah dapet Electrolux front loading dengan kapasitas 7 Liter. Berarti ini indikator yang cukup premium ya? Atau di negara lain harga segini cuma dapat mesin cuci top loading?
4. Sekilo Beras/Nasi. US$2.30 berarti IDR 21 ribuan. Nah, ini harga paling fantastis. Perasaan ga ada beras yang harganya segini di supermarket atau pasar manapun. Ngambil sampel di mana yak? Mo beli di supermarket paling mahal kayaknya juga tidak segini harganya. Nasi juga ga ada kali itungannya kiloan :D
5. Sekaleng Minuman Ringan. US$0.91 berarti IDR 8400-an. Hmm, sekaleng minuman ringan ukuran 330 ml kayaknya ga sampe segini deh. Kira-kira harganya cuma separuhnya.

Melihat analisis di atas, saya jadi pesimis kalo dibilang Jakarta termasuk 10 kota termahal di Asia. Walaupun mungkin tidak semurah Kuala Lumpur, kayaknya Jakarta masih belum sebanding, dalam hal mahalnya harga, terhadap kota-kota lain. Dari kaca ekspat sekalipun, Singapore yang no. 9 aja perasaan jauh banget mahalnya. Ada pendapat lain?

6 Responses to “Jakarta Termasuk Kota Termahal di Asia?”

  1. Wah dipertanyakan nih surveynya BW

  2. good critique. BW you’re nailed! hehe

  3. Makan siang cepat –> 107 ribuan..
    Well darling, maybe u can find it in Pepper Lunch.. That’s quick lunch rite ? And quite expensive..

  4. iya, aneh kalau kriterianya cuma sesederhana itu. Ngga ada spek dan brand. Ngawur pula surveynya. Saya tau harga makan siang biasa di Seoul. $6-10 juga udah dapet decent food.

    Lagian masa mesin cuci jadi ukuran? Berapa banyak orang ganti mesin cuci setiap tahun? Masih masuk akal pakai harga utilities (listrik, air, telfon), sewa apartemen, dan ongkos transportasi.

    Yang Tokyo juga ngawur. Ini versi saya:
    Cost of a movie ticket: $14.59 bener
    Cost of quick lunch: $12.62 bener, kalo ke restoran, tapi kalo ke PepperLunch dsj cuma $6

    Cost of a washing machine: $839.92 merk? spek? harganya bisa mulai cuma $300 sampe $1,700

    Cost of a kilo (2.2 pounds) of rice: $6.10 kemahalan, beras bagus cuma sekitar $5/kg

    Cost of a can of soft drink: $1.35 kemahalan, di vending machine $1 di supermarket $0.83

  5. Hm.. mungkin surveynya diambil dari hotel menginap doang kali :P Grand Hyatt gt misalnya. (Trus hotel jualan mesin cuci -_-…)

  6. Apapun hasil surveynya aku cuma mau menanggapi, karena kebetulan jualan beras organik nih. tuh gak hanya beras doang tapi organik kan, yang pasti persepsinya beras untuk orang kaya. Tapi karena kami mendukung fair trade, lets cut those long distribution of perjalanan rice. We work closely dengan petaninya karena we gave them access to market, we build the customer based for them and even customer can visit farmers who have been producing rice for them. So intinya price lebih kompetitif lets say dari operasi pasar yang kami lakukan beras organik di supermarket, are double. Kita start dengan 9,000 an even kalo ada yang mau wholesale we start from 7,000 an. We offer customer up to 90 varieties of local organic rice. Ada 2 varietas langka yakni Cempo (konon dulu dibawa oleh Laksamana Ceng Ho, dan dulu orang menyebutnya Campa) dan juga Menur (adalah beras konsumsi keluarga keraton Yogyakarta). So come along with us to support organic farming and nurture our local varieties before it’s too late (we cant keep non organic farming, because its mematikan unsur hara dalam tanah then we simply being ignorance for not keeping the land for our children in the future). Jakarta bolehlah jadi kota mahal, karena memang diciptakan begitu. Tapi apa sumbangan ke perdesaan? Are we going to support them to stay where they are (villages) or support them to come to Jakarta but got nothing to do.

Write A Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>