Ghirardelli chocolate

Posted by Amir Karimuddin | Posted in Misc | Posted on 10-04-2009

1

I am quite a fan of dairy product, including chocolate since I was a little boy. I used to drink fresh cow milk everyday and combined with a bar or two every week. The habit is being continued until now. In my room, I spare a box of chocolate bar to supply my energy in condition where I am not in a mood for having carbohydrate, like from rice or potatoes. Of course, the box is not categorized from expensive range of chocolate. I don’t go for expensive chocolate with liquor.

Between all chocolates, what I love most is milk chocolate and chocolate with caramel. I am not a big fan of dark chocolate, although experts say that the best way to prevent any exposure of heart attack problem is by eating good amount of dark chocolate. For good quality of chocolate, I would recommend Ghirardelli chocolate.

Made by Italian immigrant named Domenico Ghirardelli, the chocolate is produced In America. Company’s headquarter is located in San Francisco and being established since 1852. They manufacture premium chocolate with many kind of flavors, including combination raspberry and mint. Until now, the descendant is really proud of what the ancestor has founded. The chocolate is made by simple cocoa beans yet can be brought to a level of silky smooth confection.

Hidden video camera

Posted by Amir Karimuddin | Posted in Misc | Posted on 25-03-2009

2

Once I was watching Nanny Diaries, a movie about one girl pursuing her career as anthropologist, and spend her summer as a nanny. Becoming a nanny, she found out that lot of abnormal behaviors occured in a rich family when the mom is spending most of her time of pleasuring herself, while the child is being raised (mostly) by the nanny. Several conflicts happened between the nanny and lady of the house, bringing untrust situation between each other. One device that being used as method of “spying” is hidden camera, familiarly known as Nanny cam.

Hidden camera in the movie is attached into teddy bear eyes, lowering possibility of being caught. Yet it is finally revealed when the nanny is overhearing the conversation between the lady and her friend. The nanny goes mad and blew up after being fired after the father was trying to do seductive thing on her. She then wants to give lesson to the mom about how raising child and not neglecting him/her. She used the hidden cam found in her room to record all of her lesson. Her experience then is used as study material for her thesis.

In one hand, hidden camera maybe useful to observe anything happen in the house. We can immediately find out when our children aren’t doing something good. But in other hand, it should not be used as a tool on spying other people, even in our house. Even nanny has her own privacy in her life.

Kenapa Obama mungkin diharapkan banyak orang

Posted by Amir Karimuddin | Posted in Misc | Posted on 05-11-2008

4

Di sela-sela euforia kemenangan Obama, termasuk di Indonesia, ada orang yang bersikap apatis, yang merasa bahwa kemenangan Obama tidak berdampak langsung terhadap kehidupan mereka ataupun kehidupan sekitarnya. Memang benar, Obama tidak secara langsung bikin semua orang di dunia sejahtera. Use your own hands, my friend! Tapi tentunya ada “kekuatan-kekuatan” lain yang, suka atau tidak suka, mengatur dan “menguasai” kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam menghadapi krisis finansial global saat ini. Karena saya merasa tulisan saya di comment tersebut terlalu panjang, saya coba copy-paste-kan di sini sebagai suatu post khusus.

Ada 2 hal yang harus saya garisbawahi di sini. Pertama perubahan di skala mikro, kedua perubahan di skala makro. Perubahan di skala mikro berhubungan dengan pribadi, lingkungan sekitar kita, dan mungkin juga Indonesia. Di sini tentu saja kita dapat berperan aktif, misalnya membantu sesama, menggunakan produk Indonesia, dll. Katanya orang bijak, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.

Perubahan kedua adalah skala yang lebih besar, di mana kita tidak punya “kekuasaan langsung” atasnya. Obama dalam hal ini, sebagai pemimpin negara adidaya, memiliki privilege untuk misalnya menghentikan Perang Irak, mencoba mengatur harga minyak dunia, mengatur policy untuk pengurangan polusi, mengatur policy untuk memperlambat global warming, dll.

Jika Anda hanya peduli yang pertama silakan saja, tapi jika Anda juga peduli pada dunia, suka atau tidak suka, pemilu AS adalah sangat “krusial”. Mungkin kita “terlalu” berharap pada Obama. Tapi setidaknya kita bisa berharap pada orangnya yang mungkin bisa diharapkan (untuk kondisi tertentu di atas), daripada berharap pada sesuatu yang mungkin sudah tidak bisa diharap lagi.

Obama tentu bukan Tuhan. Dia tidak bisa bikin semua orang di dunia (Indonesia, Afrika) tiba-tiba sejahtera. Tapi mungkin saja dia bisa membantu dunia mengatasi permasalahannya saat ini. Indonesia adalah bagian dari dunia, yang saat ini sudah sangat terkoneksi satu dan yang lainnya, terima kasih kepada teknologi. Dampak AS yang “sakit”, sayangnya secara tidak langsung berdampak ke kita. Apakah ancaman PHK saat ini tidak membayangi pekerja kita karena induknya yang di luar negeri kekurangan dana?

Masih ingat Franklin D. Roosevelt yang membantu AS keluar dari Great Depression tahun 1930an? Siapa tahu jika Obama tidak mampu mengatasi hal ini, bisa jadi guru-guru kita malah semakin terpuruk. Sekali lagi, saya tidaklah mendewa-dewakan Obama. Dia juga manusia yang punya salah dan dosa. Tapi tentunya tidak salah juga jika orang berharap, di masa kepemimpinan dia sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44, ada perubahan yang terjadi di dunia, ke arah yang lebih baik. Di masa Bill Clinton, dunia setidaknya lebih baik dibanding masa George W. Bush. Saya masih punya keyakinan bahwa Barack Obama akan berusaha untuk mengikuti jejak pendahulunya.

Cross my finger for this.